• Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Hello, Mate !

Just Enjoy It!


Sudah berjalan sekitar tiga bulan ini juga kesibukan dunia perkuliahan yang sudah memasuki semester 4, yang berarti hampir setengah jalan yang sudah dialami. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya untuk berada di jalan ini. Begitu hidup di tahun 2020, apa apa yang saya benci dan sesali perlahan mulai bisa berdamai. Pun sama hal nya dengan satu hal yang saya temui saat ini.

Adalah hal yang sangat menyenangkan untuk menemukan perasaan yang kadang menggelikan. Mensyukurinya dan berharap untuk selalu bisa seperti ini.

Juga menuju kuarter pertama ini, banyak hal yang belum terpikirkan begitu terjadi dan mimpi-mimpi yang saya canangkan untuk tahun ini ternyata masih jauh dari kata tercapai, mendekatinya pun belum tentu. Seiring dengan tulisan yang ini yang disempatkan di sela-sela keluangan waktu ujian tengah semester, saya berharap tuk apapun yang terjadi setelah ini haruslah menghasilkan, jikalau tidak menghasilkan harus menyenangkan. -kutipan

Sekali lagi, kuarter pertama ini sangat mengesankan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Silahkan putar 'Menangisi Akhir Pekan-Jenny/FSTVLST'
Dalam apa-apa di akhir pekan selalu timbul kebosanan yang sama, lelah dan kebingungan atas sepekan hidup. Akhir pekan bisa menjadi sarana perayaan diri atas apa-apa yang diraih dan dikerjakan selama sepekan. Atas nama itu pula, saya selalu berusaha untuk bervakansi di akhir pekan.
Sial, rencana dan harapan itu selalu saja berakhir gagasan. Diam di kamar dan tanpa melakukan apa-apa.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Atas nama orang-orang yang mengejar ambisinya
Atas nama keaktifan di kelas yang menjadi nilai tambah
Atas nama tangan yang diangkat
Atas nama aroma kopi ruang kelas
Atas nama keadilan pikiran
Atas nama proses yang tak lagi dinikmati
Atas nama nilai yang dituhankan
Atas nama popularitas
Atas nama kebersamaan yang diteguhkan
Atas nama pengorbanan yang dilakukan
Atas nama rasa kepada orang tak dikenal
Atas nama keresahan pada hipokrit
Atas nama kebencian pada perbedaan
Atas nama ....
Kau hancurkan makna hidup manusia. Proses demi proses tak harus tampak, pembelajaran sesungguhnya tak harus ambisius. Sadar diri dan menerima kenyataan bahwa orang lain punya hak yang sama.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jargon yang sering saya dengar selepas pembelajaran di kelas, melalu speaker kotak berwarna hitam ini kalimat atau jargon tadi muncul dan rasanya menghantui pikiran yang lama-kelamaan terabaikan.
Saya tidak pernah merasa ada tambahan semangat ketika mendengarnya, kebalikannya saya selalu semangat ketika mendengar "Waktu pelajaran telah selesai" ah pikiran langsung membayang hari di akhir pekan bersamanya.  bersama angin senja dan hari minggu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pikiran, selalu mempunyai dua sisi. Antara saya dengan anda, kita punya persepsi yang berbeda. Lantas saya sering merasa gemas dengan orang-orang yang selalu memaksakan pemikirannya diterima orang lain, toh biarlah orang lain yang menilai anda. Apalagi memaksakan dengan luapan emosi, aih aih jangan.

Setiap jiwa dengan kepala yang merdeka, tanpa ada ikatan apapun. Biarlah dia berpikir apa saja di dunia yang fana ini, toh kalaupun ada perbedaan persepsi hendaknya diselesaikan dengan cara seksama dan bangun sebuah solusi.

Ah, terkadang saya selalu gemas dengan orang-orang yang menerima sesuatu dengan mentah-mentah. Cari dan pahami dulu apa yang anda baca, apa yang anda lihat dan tentunya apa yang anda dengar.

Sekali lagi, menjamin kebebasan berpikir tiap individu bukanlah perkara mudah.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bagaimana dengan konsistensi manusia akan eksistensi dirinya ? Seringkali menjumpai beberapa orang yang sangat solipsistic dan dengan kacaunya akan membuat pikiran orang lain terdistraksi. Seribu orang dengan seribu pemkiran anarkisme, juga seribu orang dengan egoismenya.
Atau saya melihat banyak manusia, tapi tidak melihat adanya kemanusiaan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar





Tanpa rencana apa-apa, tiba-tiba dapet ilham untuk langsung pergi ke Jogjakarta. Tak lain adalah ketika pagi hari membuka instagram, dan liat ada acara Indie Showcase di JEC Jogja uh sontak aja langsung liat rundownnya. Kebetulan ada KPR tapi sayang sekali jadwal tampil mereka yang memang malam hari ketika saya baru tau ada acara itu.

Untungnya, langsung liat hari terakhir tanggal 25 Des 2016 bertepatan natal sih dan band yang tampil kebetulan juga Payung Teduh sama Pee Wee Gaskins. Ah mumpung belum vakansi kemana-mana nih yaudah langsung kontak temen, Burhan dan dia jawab ok. Kontak lagi temen yang di Jogja, Akmal dan jawabannya ok juga.

Langsung lah gue pergi ke minimarket buat beli tiket Ciamis-Kebumen, loh Kebumen ? mampir dulu ke si Burhan cuy. OK habis itu besoknya baru beli tiket Kebumen-Jogjakarta. Cerita liburan ke Kebumen mungkin ditampilkan di segmen yang lain.

Minggu pagi, 25 Desember 2016
Sekitar jam 12-an gue ma Burhan berada di Stasiun Kebumen buat nungguin kereta ke Jogja. 15 menit kemudian naik ke gerbong. Perjalanan Kebumen-Jogja memakan waktu hampir 2 jam. Jam 2 nyampe di Stasiun Tugu, langsung jalan ke Malioboro dan makan di angkringan.

Sambil nungguin Akmal, gue ma Burhan jalan-jalan juga nih di Malioboro sekalian tenda buat naik gunung. Ok skip skip skip

Jam 7 malem gue, Akmal, Burhan nyampe di JEC haha langsung beli tiket masuk sekitar 25 ribu. Waktu masuk sih masih tampil band lokal, ya band pop-punk gitu cuma gue ga tau lagunya. Tapi ada satu band yang emang ga gue kenal sama sekali tapi dia narik hati gue, Bravesboy namanya. Alunan ska dengan intro jingle bell dan emang performance mereka yang apik. Dan habis itu gue googling, band gede juga mereka. Gue cuma bisa nyanyiin lirik Cinta Itu A*u. haha itupun gara gara diulang.

Lalu lanjut nih yang ditunggu-tunggu, Payung Teduh. Bang Is tampil dengan setelan sederhana sambil bawa anduk item kecil. Lagu pembuka kalo ga salah Kucari Kamu, perjuangan gue untuk menghafal lagu-lagu mereka gue lakuin di kereta. Hahaha

Kemudian disusul Sisa-Sisa Keikhklasan, Menuju Senja, Cerita Laut dan Gunung, Rahasia hingga Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan dan klimaks di Resah.
Tapi gue ngiri ma orang berdua, pasangan depan gue ahhh hahah udah lah lupain
Intinya gue menikmati show mereka malem itu, pertama kali gue liat Payung Teduh live dan Bang Is bilang kalo sound keamren tuh yang bakal jadi sound mereka di album kolaborasi orkestra gitu.

Tapi sayang untuk acara ini sempat hampir dipotong beberapa lagu lantaran durasi yang kian menyingkat, tapi top lah usaha gue ke Jogja terbayar. Dan setelah itu break, gue ketemu Dochi PWG tapi sayang ga foto. Niat nonton PWG pun urung, lantaran jujur aja gue ga terlalu hafal lagu mereka jadi gue cuma tahan 2 atau 3 habis itu gue cabut balik ke stasiun buat balik.

Pelajaran dari kejadian itu, gue sekarang jadi suka Bravesboy, Payung Teduh sama PWG. Lu bakal ngerasaian jauh lebih meresapi ketika Live show. dan bisa bikin dari yang ga suka jadi suka.
Sekian dah review gigs gue.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Bernama lengkap Dimas Syabani Rahman dan menginjakkan kaki di bumi pada 1 bulan terakhir di tahun '99. Saat ini sebagai pelajar yang tanpa terkiranya terlempar ke kota yang hujan, lembab, terkadang panas, namun lebih sering menjumpai kemacetan dan hingar bingar pinggiran ibukota.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • 2016
  • fstvlst
  • music

recent posts

Instagram

Blog Archive

  • May 2021 (1)
  • December 2020 (1)
  • May 2020 (1)
  • April 2020 (1)
  • March 2020 (2)
  • September 2018 (2)
  • July 2018 (1)
  • August 2017 (1)
  • July 2017 (1)
  • February 2017 (1)
  • January 2017 (1)
  • November 2016 (2)
  • May 2016 (1)
  • March 2016 (3)
  • February 2016 (1)
  • December 2015 (1)
  • January 2015 (2)
  • December 2014 (1)
  • October 2014 (4)
  • September 2014 (2)
  • August 2014 (2)
  • July 2014 (4)
  • June 2014 (4)

Created with by ThemeXpose